pemkab-kukar
Metro

Cara Dinkes Kukar Turunkan Kasus Stunting

dr Leni Astuti, MKes, MARS

KOTAKU, TENGGARONG-Kasus stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tergolong tinggi.

Menurut WHO, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Hal itu mengakibatkan terganggunya pertumbuhan.

Terkait itu, Kepada Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar dr Leni Astuti, MKes, MARS menjelaskan, secara umum prevalensi kasus stunting tahun 2023 diwajibkan berada di bawah angka 20 persen, dan untuk mengejar target 2024 perlu mencapai target 14.42 persen. Di Kabupaten Kukar masih 27.1 persen.

“Secara SSGI di Kukar masih tinggi, namun secara, Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), anak-anak yang ditimbang, diukur itu berada di level 17,64 persen, berarti masih banyak PR” ucapnya dr Leni sapaan akrabnya dijumpai dalam sebuah kesempatan, Senin (23/10/2023).

Lanjut dia menerangkan, untuk mengurangi kasus stunting saat ini sedang dilakukan program yang menyasar anak-anak hingga remaja dengan rajin mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Dengan mengkonsumsi TTD, sejak remaja diharapkan mampu mengurangi potensi kelahiran bayi dengan keadaan stunting.

Selain itu, ia menjelaskan, saat ini juga sedang fokus menjalankan program aksi gizi yang dilakukan beberapa sekolah di Kukar.

“Program itu bergerak dan disosialisasikan kepada para remaja, seperti aksi olahraga bersama, makan bersama dan minum tablet tambah darah secara bersama,” ucapnya kemudian.

Program tersebut rutin dilaksanakan tiap Jumat di lingkungan beberapa sekolah di Kukar.

“Tahun lalu kami sudah melakukan program ini di MTS, SMP 2 dan MAN Kota Tenggarong,” ungkapnya.

Selanjutnya, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) akan digelar program minum TTD serentak di Kukar.

“Harapannya dengan adanya program ini, seperti ini yang dilakukan kepada para remaja di Kukar dapat memperbaiki kasus stunting,” tuturnya.

Terakhir Leni berpesan, kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan, dengan melaksanakan pola Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Jaga kondisi tubuh, rajin berolahraga dan rajin mengkonsumsi vitamin atau suplemen untuk menambah gizi. Salam sehat selalu untuk masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (adv/diskominfo kukar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top

You cannot copy content of this page